Minggu, 08 Januari 2017

RESIGN

| No comment

Selamat pagi kawan, setelah sekian lama blog ini KUDATE lalu sekalinya diupdate yg muncul malah kata "RESIGN".  Hmm.. Apakah saya resign dari ngeblog? Jawabannya adalah TIDAK atau BELUM. Blog ini (khususnya domain zunanto.com) masih saya sewa.

*Ohiya buat kamu yg pengen nyewa domain untuk blog atau website mu tapi rada rada bingung, kamu bisa menghubungi saya lewat email di sini. Insya Allah saya bantu tanpa dipungut beaya jasa.

Kembali ke RESIGN. Biasanya kata "resign" menggambarkan seseorang yg keluar dari pekerjaannya. Misal : "Saya sudah tidak kerja di sini lagi bro...." Namun pada postingan kali ini yg saya maksud Resign adalah keluar dari organisasi ataupun komunitas.

Secara non formal, terhitung mulai dari awal Januari 2017 saya tidak lagi menjadi pengurus maupun anggota aktif di organisasi dan komunitas manapun. Alasannya hampir sama dengan alasan saya tidak lagi menjadi anggota band yg saya kemukakan di facebook pd tahun 2012 lalu. Ya, alasannya saya ingin cari aman.

 























Yap.. Kembali ke RESIGN! Saya memutuskan utk pasif dari organisasi maupun komunitas dengan alasan mencari aman. Aman dari perasaan kecewa.


Kekecewaan kekecewaan itu saya rangkum ke dalam poin:

1. Saya kecewa dikata "Modusan"
Ketika saya aktif bgt di organisasi katakanlah organisasi "a", saat itu saya orangnya bisa dikatakan "entengan" ditugaskan ke sana kemari saya laksanakan. Tapi di belakang saya denger ada yg bilang saya bersedia ke sana ke mari karena nyari cewek. 😛 wkwkwk  *mbok ya jangan seperti budhe saya mas yg sukanya ngomongin Mitos. Karena faktanya selama saya masih aktif jd pelajar saya tidak ada hubungan istimewa dg cewek. Sempat naksir cewek itu ada, tapi saat itu saya cuma naksir dengan mode senyap. 😀

2. Saya kecewa dg diri saya yg sok sibuk
Saat itu saya masih rada aktif di Himpunan Mahasiswa, di saat yg sama saya jg dipasrahi menjadi ketua di "i". Saya sering mangkir dari kegiatan Himpunan Mahasiswa gara gara acaranya bentrok dengan acara saya di "i". Saya nggak pinter ngatur waktu. Jadi saya sering makan ati. Satu sisi tidak enak dengan rekan-rekan di Himpunan Mahasiswa, satu sisi kok saya harus bertanggungjawab dengan si "i"

3. Saya kecewa dikata nyari jabatan
Jujur saja ketika saya dipasrahi menjadi ketua di "i" sebenernya adalah kepepet. Organisasi "i" memilih ketua dg sistem formatur. Saat itu (2011), semua formatur memilih bakal calon ketua. Namun ndilalahnya para calon ketua tersebut menyampaikan keluh kesah (menurut saya mereka cuma menyelamatkan diri saja), hingga akhirnya saya yg masih polos dipaksa jadi ketuanya. #duhdek 
Saat itu saya orangnya "entengan", saya tidak banyak alasan seperti calon yg seharusnya jadi ketua, saya terpaksa mengiyakan. Sungguh. Perjalanan aman-aman saja meski tidak terlalu baik. Maklum pengalaman saya menjadi ketua baru sebatas ketua kelas ketika di SD.Namun entah ada apa, beberapa waktu kemudian saya denger klo rekan saya menanggapi bahwa saya nyari jabatan.  Lhoh? 😕😕 
Dari situ sebenernya saya sudah kapok. Saya pernah berpikir utk resign dari "i" setelah periode kepemimpinan berganti.  Namun kenyataannya saya masih melanjutkan menjadi sekretaris di periode 2013-2015, dan menjadi anggota 1/2 pasif di periode 2015-2017. Hingga di akhir tahun 2016 kemarin muncul kabar gembira yg dapat dijadikan alasan kuat untuk resign. Salah satu rekan di "i" rupanya iseng ngerjai saya, tapi dia malah membuat masalah besar.


4. Saya kecewa dikata nyari kepopuleran
  
Tags :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar